Feeds:
Tulisan
Komentar

Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya

Penulis: Azhari Asri dan Redaksi  

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati. Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :

“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)

Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga

Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

1. Bertakwa.

2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.

4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.

5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.

7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.

10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.

11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.

12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

14. Berbakti kepada kedua orang tua.

15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).

Wallahu A’lam Bis Shawab.

(Dikutip dari tulisan al ustadz Azhari Asri, judul asli Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya. MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini)  

Doa sujud tilawah

Doa sujud tilawah

Ust. Dzulqarnain  

ada dua hadits yang menjelaskannya, tapi keduanya adalah hadits dho’if (lemah).Satu :

Hadits ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha- : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ  يَقُوْلُ فِيْ سُجُوْدِ الْقُرْآنِ بِالْلَيْلِ سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعُهُ وَبََصَرُهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ “A

dalah Nabi r beliau membaca dari sujud Al-Qur’an (sujud tilawah-pent.) pada malam hari : “Telah sujud wajahku kepada Yang Menciptakanku, maka beratlah pendengaran dan penglihatan karena kemampuan dan kekuatan-Nya”. Dan dalam riwayat Hakim ada tambahan : “Maka Maha Berkah Allah sebaik-baik pencipta”. Dan dalam riwayat Ibnu Khuzaimah : “Beliau mengucapkannya tiga kali”. 

Hadits ini diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahaway dalam Musnadnya 3/965 no.1679, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf 1/380 no.4372, Ahmad dalam Musnadnya 6/30, Tirmidzy 2/474 no.580 dan 5/456 no.3425, An-Nasai 2/222 no.1129 dan Al-Kubro 1/239 no.714, Abu Ahmad Al-Hakim dalam Syi’ar Ashhabul Hadits no.82, 83, Ibnu Khuzaimah 1/382, Hakim 1/341-342, Ad-Daraquthny 1/406, Al-Baihaqy 2/325, Abu Syaikh Al-Ashbahany dalam Ath-Thobaqat 3/513 dan Ath-Thobarany dalam Al-Ausath 4/9 no.4376. Semua meriwayatkan hadits ini dari jalan Khalid bin Mihran Al-Hadzdza` dari Abul ‘Aliyah dari ‘Aisyah. Cacat yang menyebabkan hadits ini lemah adalah Khalid bin Mihran tidak mendengar dari Abul ‘Aliyah. Berkata Imam Ahmad : “Khalid tidak mendengar dari Abul ‘Aliyah”. Baca : Tahdzib At-Tahdzib dan Jami’ At-Tahshil karya Al-‘Ala`i.  Dan Ibnu Khuzaimah dalam Shohihnya menegaskan bahwa sebenarnya antara Khalid dan Abul ‘Aliyah ada perantara yaitu seorang rowi mubham (seorang lelaki yang tidak disebut namanya-pen.).  

Saya berkata : Apa yang disebutkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Khuzaimah ini memang benar karena Khalid bin Mihran dari seluruh referensi yang disebutkan di atas ia meriwayatkan dari Abul ‘Aliyah dengan lafadz ‘An (dari) sehingga riwayat Khalid ini dianggap terputus dari Abul ‘Aliyah apabila telah terbukti ada riwayat lain menyebutkan ada perantara antara Khalid dengan Abul ‘Aliyah.  Dan ternyata ada riwayat dari jalan ‘Isma’il bin ‘Ulayyah dari Khalid bin Mihran dari seorang lelaki dari Abul ‘Aliyah dari ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha-.  Riwayat ‘Isma’il bin ‘Ulayyah ini dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya 6/217, Abu Daud 2/60 no.1414, Ibnu Khuzaimah 1/283 dan Al-Baihaqy dalam Al-Kubro 1/325 dan As-Sughro 1/509.  

Maka bisa disimpulkan bahwa hadits ‘Aisyah ini adalah hadits yang lemah karena Khalid tidak mendengar dari Abul ‘Aliyah dan perantara antara keduanya adalah seorang rawi mubham. Karena itulah hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’y -rahimahullahu- dalam Ahadits Mu’allah Zhohiruha Ash-Shihhah hadits no. 395. 

Kedua : Hadits Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- 

قَرَأَ النَّبِيُّ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ  سَجَدَةً ثُمَّ سَجَدَ فَسَمِعْتُهُ وَهُوَ يَقُوْلُ  اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجَرًا وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذَخَرًا وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ 

 “Nabi r membaca satu ayat dari ayat-ayat sajadah lalu beliau sujud kemudian beliau membaca doa : “Wahai Allah tulislah untukku dengannya disisiMu sebagai pahala dan letakkanlah dariku dengannya dosa dan jadikanlah untukku disisiMu sebagai modal dan terimalah dariku sebagaimana Engkau menerima dari hambaMu (Nabi) Daud”.  

Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzy 2/472 no.549 dan 5/455-456 no.3424, Ibnu Majah 1/334 no.1053, Ibnu Khuzaimah 1/282-283 no.572-573, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan 6/473 no.2568 dan Al-Mawarid no.691, Al-Hakim 1/341, Al-Baihaqy 2/320, Abu Ahmad Al-Hakim dalam Syi’ar Ashhabul hadits no.84, Ath-Thobarany 11/104 no.11262, Al-‘Uqoily dalam Ad-Du’afa` 1/242-243, Al-Khalily dalam Al-Irsyad 1/353-354 dan Al-Mizzy dalam Tahdzib Al-Kamal 6/314. Semuanya meriwayatkan dari jalan Muhammad bin Yazid bin Hunais dari Hasan bin Muhammad bin ‘Ubaidillah bin Abi Yazid berkata kepadaku Ibnu Juraij : “Wahai Hasan, kakekmu ‘Ubaidillah bin Abi Yazid mengabarkan kepadaku dari Ibnu ‘Abbas”.  Saya berkata : Dalam hadits ini ada dua cacat : 1.       Muhammad bin Yazid bin Hunais. Abu Hatim berkomentar tentangnya : “Syaikhun sholihun (Seorang Syaikh yang sholeh)”. Dan Ibnu Hibban menyebutkannya dalam Ats-Tsiqot maka rawi seperti ini tidak dipakai berhujjah kalau bersendirian karena itu Al-Hafidz menyimpulkan dari Taqrib At-Tahdzib : ”Maqbul (diterima haditsnya kalau ada pendukungnya, kalau tidak ada pendukungnya ia adalah layyinul hadits (lembek haditsnya)”.2.       Hasan bin Muhammad bin ‘Ubaidillah. Adz-Dzahaby berkomentar tentangnya : “Berkata Al-‘Uqoily : “laa yutaba’u ‘alaihi (Ia tidak mempunyai pendukung)” dan berkata yang lainnya : “Padanya (Hasan bin Muhammad) ada Jahalah (tidak dikenal)”. Maka rawi ini juga tidak dipakai berhujjah kalau bersendirian. Apalagi Imam At-Tirmidzy menganggap bahwa hadits ini adalah hadits ghorib. Dan istilah hadits ghorib menurut Imam At-Tirmidzy adalah hadits lemah. Wallahu A’lam. 

Kesimpulan :Tidak ada hadits yang shohih tentang doa sujud tilawah maka kalau seseorang membaca ayat dari ayat-ayat sajadah dalam sholat kemudian ia sujud maka ia membaca doa seperti yang ia baca dalam sujud sholat. Ini merupakan pendapat Imam Ahmad sebagaimana dalam Al-Mughny 2/362 dan Masail Imam Ahmad riwayat Ibnu Hany 1/98.  

Adapun kalau sujud tilawahnya di luar sholat maka tidak ada syariat membaca doa apapun. Wallahu A’lam.

Bogasari Baking Center

Bogasari Baking Center

Mencetak Wirausaha Baru Secara Instan  

JAKARTA – Menjadi wirausaha tidak harus membutuhkan pengalaman dan waktu yang cukup lama. Bogasari Baking Center mampu menciptakan wirausaha secara instan. Cuma dalam tempo satu atau dua hari, siapa saja bisa menjadi pelaku usaha. Berminat? PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills telah mendirikan Bogasari Baking Center (BBC) sejak 1981.

Salah satu tujuannya adalah mencetak wira usaha baru. Kini, dari 35.000 lulusan BBC, sekitar 15 persen lahir sebagai pelaku-pelaku usaha.Adalah Franciscus Welirang sebagai nakhoda perusahaan Bogasari yang mencetuskan ide BBC. Franky —sapaan sehari-harinya— dikenal sangat peduli dengan pengembangan usaha kecil. Melalui pola kemitraan, Franky ikut menumbuhkan banyak pelaku usaha yang berkaitan dengan bisnis Bogasari.Tidak hanya itu, BBC yang berada berada di bawah divisi Emerging Prodices Business (EPB) juga bersifat mengedukasi dan memberikan pelayanan kepada pelanggan Bogasari.

Meski sudah ada sejak 1981, namun perkembangan BBC mulai terjadi sejak dua tahun terakhir. Hal itu terjadi seiring dengan semakin banyaknya inovasi dalam pembuatan kue atau mie, begitu juga kemauan untuk berwira usaha semakin besar. Hingga sekarang BBC tersebar di 30 lokasi seluruh Indonesia dengan masing-masing BBC “dikawal” dua instruktur. Tahun ini direncanakan akan bertambah dua BBC lagi. “Dua tahun terakhir ini BBC maju pesat karena kita melakukan banyak inovasi terutama dalam bisnis bakeri,” jelas Vice Presiden Emerging Prodecis Business Division Bogasari, Alvin Alden Setiono. Inovasi inilah yang ingin dilatih BBC kepada para usahawan baru, terutama kelompok usaha kecil. UKM disadari kurang memperhatikan inovasi produk.“BBC tergerak memberikan inovasi yang bersifat trendy,” katanya.Tak heran, bila BBC banyak mengadopsi perkembangan bakeri di luar negeri untuk diajarkan di sini. Selain itu, BBC melakukan roadshow ke daerah untuk memperkenalkan teknik terbaru membuat kue. “BBC ingin menjadi national food trend setter,” kata Alvin yakin. Program pelatihan BBC dibuat sedemikian rupa sehingga peserta benar-benar dapat langsung mempraktikkan. Apalagi, BBC didukung peralatan pengolahan kue modern. “Kita ingin para peserta maupun calon usawahan tidak gagap mengenai teknologi mutakhir,” katanya.

Untuk menjadi trend setter, tidak tanggung Bogasari kerap mendatangkan para kuliner terbaik dunia di bidang bakeri. Dari Jerman misalnya, BBC mengundang ahli bakeri untuk cita rasa continental sedangkan dari Taiwan untuk perwakilan rasa oriental. Belum lama, BBC mengundang Master Baker dari Taiwan Zhang Hong Bin dan Li Zhi Cheng dari Li Guo Xiong Baking Shool China ke Indonesia dan mengajarkan langsung keahliannya kepada peserta BBC.Lulusan BBC pun mampu menghasilkan kue dengan proses mutakhir, seperti boiled-dough, yaitu proses mengadon tepung dengan dimasak air panas sehingga kue yang dibuat lembut dan tahan lama. Teknik ini hanya dikuasai oleh beberapa bakeri yang ada di Jakarta.  Bukan WaralabaDalam BBC, berbagai paket ditawarkan. Mulai dari paket pelatihan major program basic, terdiri Bread Making Course, Cake Making Course, Pastry Making Course, dan Noodle Making Course. Selain itu ada Major Program Advance, yaitu Bread Making Course, Cake Decoration dan Bakery Management. Program berlangsung cukup singkat, paling lama 10 hari. BBC juga menawarkan Paket Umum, Paket Special, Paket Usaha dan Customize. Peserta program BBC memang tidak seluruhnya yang ingin menjadi wira usaha. Sebagian besar justru ibu-ibu yang ingin lebih trampil dalam membuat kue dan baker junior. Namun, jika mencermati isi dari masing-masing program itu sebenarnya menawarkan kemandirian ekonomi bagi pesertanya.

Belakangan ini, secara khusus BBC gencar menawarkan Paket Usaha. Program ini memang baru, di luncurkan sejak Oktober 2004. Kini sudah ada 50 pembeli paket usaha. “BBC tergerak menciptakan pengusaha baru yang bersifat 3 M: Murah, Mudah dan Menarik,” kata Alvin.Itulah memang yang membedakan program Paket Usaha dengan paket lainnya. Program ini menawarkan empat paket usaha, yaitu Crepes & Coins senilai Rp 38 juta, Noodle (Mie) senilai Rp 27,5 juta, MartaBucks senilai Rp 68,5 juta dan Crispy Burger sebesar Rp 45 juta. Masing-masing paket ditawarkan dengan peralatan, sehingga pembeli paket dapat berusaha langsung setelah mengikuti pelatihan yang lamanya hanya satu atau dua hari. “Biasanya kalau orang berbisnis takut dengan risiko, masalah modal. Jadi orang ngeri, takut tidak untung. Belum mencari baker, harus sekolah lagi. Jadi kita menjawab masalah ini dengan meluncurkan paket usaha,” jelasnya lagi.New enterpreneur creation program, itulah sebutan yang dikemukakan Alvin tentang paket ini. Caranya business first, professional latter, artinya melahirkan pelaku usaha secara instan. Contohnya, paket usaha Crispy Burger, cukup dilatih satu hari langsung bisa berdagang. Paket lainnya training dua hari langsung bisa berusaha. Siapapun orangnya.Alvin menekankan, Paket Usaha tidak dijalankan dengan sistem waralaba sehingga pembeli paket tidak akan dikenakan royalti fee. Harga produknya juga menjadi lebih murah. Meski bukan sistem waralaba, Bogasari menjamin masa depan pembeli usaha. Bogasari senantiasa memonitor produk. Karena itu, pembeli paket usaha akan menjadi mitra Bogasari dan wajib mencantumkan logo Bogasari Enterpreneur.“Bogasari tetap mensupport dari belakang, dari segi inovasi, konsultasi dan apresiasi,” tambahnya. Menjaga persaingan yang sehat antar pemilik paket usaha, Bogasari menetapkan lokasi berusaha harus di lokasi strategis, seperti mal, perkantoran, rumasah sakit, perumahan, bandara, stasiun kereta, terminal bus antar kota. Untuk satu mal, diharuskan hanya boleh satu pemilik paket usaha. Sedangkan di luar itu harus pada radius 3-4 km. Menciptakan wira usaha baru dan lapangan kerja. Misi yang secara tidak langsung kini dijalankan BBC. Apalagi, semuanya bisa dilakukan instan. (SH/naomi siagian)          Copyright © Sinar Harapan 2003  

 01.jpg

Wajibnya Taat Kepada Rasulullah

Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Sunnah ditinjau dari segi bahasa bermakna thoifah (jalan) dan shiroh (perjalanan hidup). Adapun menurut istilah syari’at, sunnah adalah semua perkara yang bersumber dari Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wassalam selain dari Alqur’an Al Karim ataupun taqrir, pembenaran sikap beliau dari hal-hal yang memiliki dalil syar’i.Inilah sunnah yang dimaksudkan dalam pembahasan ini bukan sunnah dalam pengertian fiqih, yaitu sesuatu yang dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak apa-apa.

Kalimat sunnah lebih luas maknanya daripada itu. Segala sesuatu yang diperintahkan, diajarkan, dan dicontohkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam dinamakan sunnah. Dengan kata lain sunnah adalah ajaran Nabi. Jika kita ditanya apa hukumnya mengikuti ajaran Nabi, niscaya semua kaum muslimin akan menjawab wajib. Dan sebaliknya barangsiapa mengingkari ajaran Rasulullah maka ia kafir. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah”(Al Hasyr:7)Dengan ayat ini Allah mewajibkan kepada manusia agar mentaati perintah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam dan menjauhi larangan-larangannya. Barangsiapa mentaati Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam maka ia mentaati perintah Allah. Barangsiapa tidak mentaatinya maka ia tidak mentaati perintah Allah. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam ayat lain: Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka kami mengutusmu untuk jadi pemelihara bagi mereka ”(An-Nisa:80)Ayat-ayat yang menunjukkan wajibnya taat kepada Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam sangat banyak, diantaranyaHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan Ulil ‘Amri di antara kalian”(An  Nisa:59)Katakanlah, ‘Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul’”(An Nur:54)Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang”(Ali Imran:31)“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kalian merusak (pahala) amal-amalmu”(Muhammad:33)

Hukum bagi Para Penolak Sunnah

karena itu, barangsiapa yang menolak sunnah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam berarti ia menolak perintah-perintah Allah di atas (baca artikel sebelumnya -pen) dan akan terkena ancaman-ancaman tersebut.Para ulama menganggap para pengingkar-pengingkar sunnah sebagai orang yang kafir dan murtad, telah keluar dari ikatan keislaman. Hukum bagi mereka dalam pemerintahan Islam adalah diminta taubat selama 3 hari, jika tidak mau bertubat maka dipenggal lehernya.

Perhatikanlah ucapan salah seorang ulama yaitu Imam Suyuthi:“Ketahuilah semoga Allah merahmati kalian, barangsiapa mengingkari hadist-hadist Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wassalam, baik dalam bentuk ucapan ataupun perbuatan (dengan syarat-syarat yang sudah ma’ruf) sebagai hujjah, maka ia telah kafir, keluar dari keislaman dan digabungkan bersama Yahudi dan Nashrani atau yang Allah kehendaki dari kelompok-kelompok orang kafir” (Miftahul Jannah fil ihtijaj bis Sunnah, lihat Wujub Amal Bis Sunnah, Syaikn Bin Baz hal.28 )

Para ulama juga telah memperingatkan kaum muslimin untuk berhati-hati dari ahlul bid’ah seperti mereka. Tidak duduk di majelis mereka, tidak bergaul dengan mereka, tidak mendengar ucapan mereka, dan tidak berjalan bersamanya. (lihat Aqidatus Salaf Ashabul Hadist-Abu Ustman As Shabuni, Syarhus Sunnah-Al Barbahari, Ushul I’tiqod Ahlus Sunnah-Al Laikali dan lain-lainnya).Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam sudah mengisyaratkan akan munculnya manusia sejenis mereka dalam sabda beliau Sholallahu ‘Alaihi Wassalam ketika beliau mengharamkan beberapa perkara seperti keledai jinak, binatang bertaring dan lain-lain pada perang khaibar.

Kemudian beliau bersabda: “Sebentar lagi akan muncul salah seorang kalian yang mendustakanku dalam keadaan bersandar ketika disampaikan kepadanya hadisku dia berkata, “Antara kami dan kalian adalah Al Quran,apa yang kita dapati di dalamnya halal kita halalkan. Dan apa yang kita dapati di dalamnya haram, kita haramkan.”. Ketahuilah sesungguhnya apa yang Rasulullah haramkan seperti apa yang Allah haramkan” (Hadist Sahih Riwayat Hakim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih) (Lihat Wujubul Amal Bissunnah, Syaikh bin Baz hal. 14)

Dikatakan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam mengharamkan seperti Allah mengharamkan karena beliau adalah utusan Allah yang Allah perintahkan kepada manusia untuk menaatinya. Maka perintah Rasulullah adalah perintah Allah dan larangannya adalah larangan Allah. Rasulullah bersabda:“Barangsiapa taat kepadaku, berarti dia taat kepada Allah, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, berarti dia bermaksiat kepada Allah”(Hadist Riwayat Bukhory-Muslim)Perlu diketahui bahwa barisan pengingkar sunnah ada berbagai macam jenisnya.

Ada yang mengingkari secara keseluruhan dan menamakan dirinya Qur’aniyyun (golongan Qur’an) tapi lebih dikenal dengan Ingkarus Sunnah (golongan pengingkar sunnah), karena memang todak pantas disebut golongan Qur’an. Kelompok ini telah dikafirkan oleh para ulama.Adapula yang mengingkarinya tidak secara keseluruhan. Mereka beranggapan bahwa hal-hal yang haram hanyalah dalam Al Qur’an.

Demikian pula hal-hal yang wajib hanya yang diperintahkan oleh Allah. Adapun jika Rasulullah melarang bukanlah haram tetapi makruh saja, dan jika Rasulullah memerintahkan sesuatu itu bukan wajib, tetapi anjuran saja. pendapat seperti ini banyak beredar di kalangan masyarakat kaum muslimin. Padahal konsekwensi dari pendapat ini sangat mengerikan. Mereka akan menghalalkan binatang bertaring seperti kucing dan anjing dengan dalih karena tidak terdapat dalam Al Qur’an.

Mereka juga mengatakan bahwa sholat tidak harus seperti yang biasa kita lakukan, tapi cukup dilakukan pada pagi dan petang, sebagaimana dalam Al Qur’an, karena  rincian tata cara sholat hanya ucapan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wassalam yang menurut mereka tidak wajib. Demikian pula emas dan sutra tidak haram bagi laki-laki tetapi makruh saja dan pendapat-pendapat yang menyimpang lainnya. Untuk mereka ini kita ingatkan bahwasanya hukum asa perintah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam  adalah wajib, kecuali jika ada dalil yang menurunkannya menjadi mustahab (anjuran).

Sebaliknya hukum asal dari larangan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam adalah haram, kecuali ada dalil lain yang menurunkannya menjadi makruh. inilah kaidah ushul fiqh yang dipahami dan diikuti oleh para ulama sejak salafus sholeh.Ada pula pengingkar sunnah yang menolak sebagian sunnah dan menerima sebagiannya. Yaitu para As-Shabur Ra’yi (Rasionalis) yang menolak semua hadist-hadist yang menurut mereka bertentangan dengan akal.

Kelompok ini pun tidak kalah sesatnya, ia termasuk para penerus kesesatan Mu’tazilah yang mendahulukan akal di atas dalil Al Qur’an dan As Sunnah. Wallahu ‘Alam.   

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!