Bogasari Baking Center
Mencetak Wirausaha Baru Secara Instan
JAKARTA – Menjadi wirausaha tidak harus membutuhkan pengalaman dan waktu yang cukup lama. Bogasari Baking Center mampu menciptakan wirausaha secara instan. Cuma dalam tempo satu atau dua hari, siapa saja bisa menjadi pelaku usaha. Berminat? PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills telah mendirikan Bogasari Baking Center (BBC) sejak 1981.
Salah satu tujuannya adalah mencetak wira usaha baru. Kini, dari 35.000 lulusan BBC, sekitar 15 persen lahir sebagai pelaku-pelaku usaha.Adalah Franciscus Welirang sebagai nakhoda perusahaan Bogasari yang mencetuskan ide BBC. Franky —sapaan sehari-harinya— dikenal sangat peduli dengan pengembangan usaha kecil. Melalui pola kemitraan, Franky ikut menumbuhkan banyak pelaku usaha yang berkaitan dengan bisnis Bogasari.Tidak hanya itu, BBC yang berada berada di bawah divisi Emerging Prodices Business (EPB) juga bersifat mengedukasi dan memberikan pelayanan kepada pelanggan Bogasari.
Meski sudah ada sejak 1981, namun perkembangan BBC mulai terjadi sejak dua tahun terakhir. Hal itu terjadi seiring dengan semakin banyaknya inovasi dalam pembuatan kue atau mie, begitu juga kemauan untuk berwira usaha semakin besar. Hingga sekarang BBC tersebar di 30 lokasi seluruh Indonesia dengan masing-masing BBC “dikawal” dua instruktur. Tahun ini direncanakan akan bertambah dua BBC lagi. “Dua tahun terakhir ini BBC maju pesat karena kita melakukan banyak inovasi terutama dalam bisnis bakeri,” jelas Vice Presiden Emerging Prodecis Business Division Bogasari, Alvin Alden Setiono. Inovasi inilah yang ingin dilatih BBC kepada para usahawan baru, terutama kelompok usaha kecil. UKM disadari kurang memperhatikan inovasi produk.“BBC tergerak memberikan inovasi yang bersifat trendy,” katanya.Tak heran, bila BBC banyak mengadopsi perkembangan bakeri di luar negeri untuk diajarkan di sini. Selain itu, BBC melakukan roadshow ke daerah untuk memperkenalkan teknik terbaru membuat kue. “BBC ingin menjadi national food trend setter,” kata Alvin yakin. Program pelatihan BBC dibuat sedemikian rupa sehingga peserta benar-benar dapat langsung mempraktikkan. Apalagi, BBC didukung peralatan pengolahan kue modern. “Kita ingin para peserta maupun calon usawahan tidak gagap mengenai teknologi mutakhir,” katanya.
Untuk menjadi trend setter, tidak tanggung Bogasari kerap mendatangkan para kuliner terbaik dunia di bidang bakeri. Dari Jerman misalnya, BBC mengundang ahli bakeri untuk cita rasa continental sedangkan dari Taiwan untuk perwakilan rasa oriental. Belum lama, BBC mengundang Master Baker dari Taiwan Zhang Hong Bin dan Li Zhi Cheng dari Li Guo Xiong Baking Shool China ke Indonesia dan mengajarkan langsung keahliannya kepada peserta BBC.Lulusan BBC pun mampu menghasilkan kue dengan proses mutakhir, seperti boiled-dough, yaitu proses mengadon tepung dengan dimasak air panas sehingga kue yang dibuat lembut dan tahan lama. Teknik ini hanya dikuasai oleh beberapa bakeri yang ada di Jakarta. Bukan WaralabaDalam BBC, berbagai paket ditawarkan. Mulai dari paket pelatihan major program basic, terdiri Bread Making Course, Cake Making Course, Pastry Making Course, dan Noodle Making Course. Selain itu ada Major Program Advance, yaitu Bread Making Course, Cake Decoration dan Bakery Management. Program berlangsung cukup singkat, paling lama 10 hari. BBC juga menawarkan Paket Umum, Paket Special, Paket Usaha dan Customize. Peserta program BBC memang tidak seluruhnya yang ingin menjadi wira usaha. Sebagian besar justru ibu-ibu yang ingin lebih trampil dalam membuat kue dan baker junior. Namun, jika mencermati isi dari masing-masing program itu sebenarnya menawarkan kemandirian ekonomi bagi pesertanya.
Belakangan ini, secara khusus BBC gencar menawarkan Paket Usaha. Program ini memang baru, di luncurkan sejak Oktober 2004. Kini sudah ada 50 pembeli paket usaha. “BBC tergerak menciptakan pengusaha baru yang bersifat 3 M: Murah, Mudah dan Menarik,” kata Alvin.Itulah memang yang membedakan program Paket Usaha dengan paket lainnya. Program ini menawarkan empat paket usaha, yaitu Crepes & Coins senilai Rp 38 juta, Noodle (Mie) senilai Rp 27,5 juta, MartaBucks senilai Rp 68,5 juta dan Crispy Burger sebesar Rp 45 juta. Masing-masing paket ditawarkan dengan peralatan, sehingga pembeli paket dapat berusaha langsung setelah mengikuti pelatihan yang lamanya hanya satu atau dua hari. “Biasanya kalau orang berbisnis takut dengan risiko, masalah modal. Jadi orang ngeri, takut tidak untung. Belum mencari baker, harus sekolah lagi. Jadi kita menjawab masalah ini dengan meluncurkan paket usaha,” jelasnya lagi.New enterpreneur creation program, itulah sebutan yang dikemukakan Alvin tentang paket ini. Caranya business first, professional latter, artinya melahirkan pelaku usaha secara instan. Contohnya, paket usaha Crispy Burger, cukup dilatih satu hari langsung bisa berdagang. Paket lainnya training dua hari langsung bisa berusaha. Siapapun orangnya.Alvin menekankan, Paket Usaha tidak dijalankan dengan sistem waralaba sehingga pembeli paket tidak akan dikenakan royalti fee. Harga produknya juga menjadi lebih murah. Meski bukan sistem waralaba, Bogasari menjamin masa depan pembeli usaha. Bogasari senantiasa memonitor produk. Karena itu, pembeli paket usaha akan menjadi mitra Bogasari dan wajib mencantumkan logo Bogasari Enterpreneur.“Bogasari tetap mensupport dari belakang, dari segi inovasi, konsultasi dan apresiasi,” tambahnya. Menjaga persaingan yang sehat antar pemilik paket usaha, Bogasari menetapkan lokasi berusaha harus di lokasi strategis, seperti mal, perkantoran, rumasah sakit, perumahan, bandara, stasiun kereta, terminal bus antar kota. Untuk satu mal, diharuskan hanya boleh satu pemilik paket usaha. Sedangkan di luar itu harus pada radius 3-4 km. Menciptakan wira usaha baru dan lapangan kerja. Misi yang secara tidak langsung kini dijalankan BBC. Apalagi, semuanya bisa dilakukan instan. (SH/naomi siagian) Copyright © Sinar Harapan 2003