<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ummufarros,ibu yang penyayang</title>
	<atom:link href="http://ummufarros.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummufarros.wordpress.com</link>
	<description>Barangsiapa merenungi Kitabullah dan senantiasa berhubungan dengannya, maka akan mendapatkan kemuliaan akhlak. Dan barangsiapa yang mengkaji sunnah-sunnah Nabi, yaitu perjalanan hidup Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan hadits-haditsnya, akan mendapatkan dan memahami kemuliaan akhlak dan keagungannya.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Dec 2007 08:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ummufarros.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/13d009fe12a1861bc0b65d0abdf5fa88?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ummufarros,ibu yang penyayang</title>
		<link>http://ummufarros.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya</title>
		<link>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya/</link>
		<comments>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 06:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummufarros</dc:creator>
				<category><![CDATA[da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya/</guid>
		<description><![CDATA[
Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya
Penulis: Azhari Asri dan Redaksi  
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=7&subd=ummufarros&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Penulis: Azhari Asri dan Redaksi</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p>“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)</p>
<p>“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)</p>
<p>Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :</p>
<p>“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)</p>
<p>“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)</p>
<p>“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)</p>
<p>“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :</p>
<p>“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :</p>
<p>Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)</p>
<p><strong>Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga</strong></p>
<p>Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?</p>
<p>Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.</p>
<p>Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :</p>
<p>1. Bertakwa.</p>
<p>2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.</p>
<p>3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.</p>
<p>4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.</p>
<p>5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.</p>
<p>6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.</p>
<p>7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.</p>
<p>8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.</p>
<p>9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.</p>
<p>10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.</p>
<p>11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.</p>
<p>12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).</p>
<p>13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.</p>
<p>14. Berbakti kepada kedua orang tua.</p>
<p>15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.</p>
<p>Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :</p>
<p>“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).</p>
<p>Wallahu A’lam Bis Shawab.</p>
<p>(Dikutip dari tulisan al ustadz Azhari Asri, judul asli Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya. MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini) <span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummufarros.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummufarros.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummufarros.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummufarros.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummufarros.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummufarros.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummufarros.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummufarros.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummufarros.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummufarros.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummufarros.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummufarros.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=7&subd=ummufarros&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4b9d94a7052655738712101acce79a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummufarros</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa sujud tilawah</title>
		<link>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/doa-sujud-tilawah/</link>
		<comments>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/doa-sujud-tilawah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 06:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummufarros</dc:creator>
				<category><![CDATA[da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/doa-sujud-tilawah/</guid>
		<description><![CDATA[
Doa sujud tilawah
Ust. Dzulqarnain  
ada dua hadits yang menjelaskannya, tapi keduanya adalah hadits dho’if (lemah).Satu : 
Hadits ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha- : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ  يَقُوْلُ فِيْ سُجُوْدِ الْقُرْآنِ بِالْلَيْلِ سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعُهُ وَبََصَرُهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ “A
dalah Nabi r beliau membaca dari sujud Al-Qur’an (sujud tilawah-pent.) pada malam hari : “Telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=6&subd=ummufarros&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span class="btitle1"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"></span></span></p>
<p><span class="btitle1"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"><strong><font color="#cc0000">Doa sujud tilawah</font></strong></span></span></p>
<p><span class="btitle1"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"></span></span><span><strong>Ust. Dzulqarnain</strong><span style="font-family:Arial;"></span></span><span class="btitle1"><span style="font-size:9pt;"><strong><font color="#cc0000" face="Tahoma"> </font></strong></span></span><span class="btitle1"><span style="font-size:9pt;"><strong><font color="#cc0000" face="Tahoma"> </font></strong></span></span></p>
<p><span class="btitle1"><span style="font-size:9pt;"></span></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">ada dua hadits yang menjelaskannya, tapi keduanya adalah hadits <em>dho’if</em> (lemah).</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Satu : </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Hadits ‘<u>A</u>isyah -<em>radhiyallahu ‘anha</em>- :</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;color:black;">كَانَ رَسُوْلُ اللهِ<span>  </span></span><span style="font-size:14pt;color:black;">صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ</span><span style="font-size:14pt;color:black;"><span>  </span>يَقُوْلُ فِيْ سُجُوْدِ الْقُرْآنِ بِالْلَيْلِ سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعُهُ وَبََصَرُهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ</span><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Arial;" dir="ltr"></span></font><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">“A</span></em></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">dalah Nabi </span></em><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'AGA Arabesque';"><span><font face="Times New Roman">r</font></span></span></em><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> beliau membaca dari sujud Al-Qur’an (sujud tilawah-pent.) pada malam hari : “Telah sujud wajahku kepada Yang Menciptakanku, maka beratlah pendengaran dan penglihatan karena kemampuan dan kekuatan-Nya”. Dan dalam riwayat H<u>a</u>kim ada tambahan : “Maka Maha Berkah Allah sebaik-baik pencipta”. Dan dalam riwayat Ibnu Khuzaimah : “Beliau mengucapkannya tiga kali”.</span></em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Hadits ini diriwayatkan oleh Ish<u>a</u>q bin R<u>a</u>haway dalam <strong><em>Musnad</em></strong>nya 3/965 no.1679, Ibnu Abi Syaibah dalam <strong><em>Al-Mushonnaf</em></strong><em> </em>1/380 no.4372, Ahmad dalam <strong><em>Musnad</em></strong>nya 6/30, Tirmidzy 2/474 no.580 dan 5/456 no.3425, An-Nas<u>a</u>i 2/222 no.1129</span><span style="font-size:10pt;color:fuchsia;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">dan <strong><em>Al-Kubr<u>o</u></em></strong> 1/239 no.714, Abu Ahmad Al-H<u>a</u>kim dalam <strong><em>Syi’<u>a</u>r Ashh<u>a</u>bul Hadits</em></strong> no.82, 83, Ibnu Khuzaimah 1/382, H<u>a</u>kim 1/341-342, Ad-D<u>a</u>raquthny 1/406, Al-Baihaqy 2/325, Abu Syaikh Al-Ashbah<u>a</u>ny dalam <strong><em>Ath-Thobaq<u>a</u>t</em></strong> 3/513 dan Ath-Thobar<u>a</u>ny dalam <strong><em>Al-Ausath</em></strong> 4/9 no.4376.</span><span style="font-size:11pt;color:black;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Semua meriwayatkan hadits ini dari jalan Kh<u>a</u>lid bin Mihr<u>a</u>n Al-Hadzdz<u>a</u>` dari Abul ‘<u>A</u>liyah dari ‘<u>A</u>isyah.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Cacat yang menyebabkan hadits ini lemah adalah Kh<u>a</u>lid bin Mihr<u>a</u>n tidak mendengar dari Abul ‘<u>A</u>liyah. Berkata Imam Ahmad : “Kh<u>a</u>lid tidak mendengar dari Abul ‘<u>A</u>liyah”. Baca : <strong><em>Tahdzib At-Tahdzib</em></strong> dan <strong><em>J<u>a</u>mi’ At-Tahshil </em></strong>karya Al-‘Al<u>a</u>`i. </span><span style="font-size:11pt;color:black;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Dan Ibnu Khuzaimah dalam <strong><em>Shohih</em></strong>nya menegaskan bahwa sebenarnya antara Kh<u>a</u>lid dan Abul ‘<u>A</u>liyah ada perantara yaitu seorang rowi <em>mubham</em> (seorang lelaki yang tidak disebut namanya-pen.). </span><span style="font-size:11pt;color:black;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;color:black;"></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Saya berkata : Apa yang disebutkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Khuzaimah ini memang benar karena Kh<u>a</u>lid bin Mihr<u>a</u>n dari seluruh referensi yang disebutkan di atas ia meriwayatkan dari Abul ‘<u>A</u>liyah dengan lafadz <em>‘An</em> (dari) sehingga riwayat Kh<u>a</u>lid ini dianggap terputus dari Abul ‘<u>A</u>liyah apabila telah terbukti ada riwayat lain menyebutkan ada perantara antara Kh<u>a</u>lid dengan Abul ‘<u>A</u>liyah. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Dan ternyata ada riwayat dari jalan ‘Ism<u>a</u>’il bin ‘Ulayyah dari Kh<u>a</u>lid bin Mihr<u>a</u>n dari seorang lelaki dari Abul ‘<u>A</u>liyah dari ‘<u>A</u>isyah <span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>-</span><em>radhiyallahu ‘anha</em>-. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Riwayat ‘Ism<u>a</u>’il bin ‘Ulayyah ini dikeluarkan oleh Ahmad dalam <strong><em>Musnad</em></strong>nya 6/217, Abu D<u>a</u>ud 2/60 no.1414, Ibnu Khuzaimah 1/283 dan Al-Baihaqy dalam <strong><em>Al-Kubr<u>o</u></em></strong> 1/325 dan <strong><em>As-Sughr<u>o</u></em></strong> 1/509. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Maka bisa disimpulkan bahwa hadits ‘<u>A</u>isyah ini adalah hadits yang lemah karena Kh<u>a</u>lid tidak mendengar dari Abul ‘<u>A</u>liyah dan perantara antara keduanya adalah seorang rawi <em>mubham</em>. Karena itulah hadits ini disebutkan oleh Syaikh Muqbil bin H<u>a</u>dy Al-W<u>a</u>di’y -<em>rahimahullahu</em>- dalam <strong><em>Ah<u>a</u>dits Mu’allah Zhohiruha Ash-Shihhah</em></strong> hadits no. 395.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Kedua : Hadits Ibnu ‘Abb<u>a</u>s -<em>radhiyallahu ‘anhuma</em>-</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Tahoma;">قَرَأَ النَّبِيُّ<span>  </span>صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ<span>  </span>سَجَدَةً ثُمَّ سَجَدَ فَسَمِعْتُهُ وَهُوَ يَقُوْلُ<span>  </span>اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجَرًا وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذَخَرًا وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ </span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Tahoma;"></span><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Tahoma;" dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">“Nabi </span></em><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'AGA Arabesque';"><span><font face="Times New Roman">r</font></span></span></em><em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> membaca satu ayat dari ayat-ayat sajadah lalu beliau sujud kemudian beliau membaca doa : “Wahai Allah tulislah untukku dengannya disisiMu sebagai pahala dan letakkanlah dariku dengannya dosa dan jadikanlah untukku disisiMu<span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span> </span>sebagai modal dan terimalah dariku sebagaimana Engkau menerima dari hambaMu (Nabi) D<u>a</u>ud”. </span></em><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzy 2/472 no.549 dan 5/455-456 no.3424, Ibnu M<u>a</u>jah 1/334 no.1053, Ibnu Khuzaimah 1/282-283 no.572-573, Ibnu Hibb<u>a</u>n sebagaimana dalam <strong><em>Al-Ihs<u>a</u>n</em></strong> 6/473 no.2568 dan <strong><em>Al-Maw<u>a</u>rid</em></strong> no.691, Al-H<u>a</u>kim 1/341, Al-Baihaqy 2/320, Abu Ahmad Al-H<u>a</u>kim dalam <strong><em>Syi’<u>a</u>r Ashh<u>a</u>bul hadits</em></strong> no.84, Ath-Thobar<u>a</u>ny 11/104 no.11262, Al-‘Uqoily dalam <strong><em>Ad-Du’af<u>a</u>`</em></strong> 1/242-243, Al-Khal<u>i</u>ly dalam <strong><em>Al-Irsy<u>a</u>d</em></strong> 1/353-354 dan Al-Mizzy dalam <strong><em>Tahdzib Al-Kam<u>a</u>l</em></strong> 6/314.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Semuanya meriwayatkan dari jalan Muhammad bin Yaz<u>i</u>d bin Hunais dari Hasan bin Muhammad bin ‘Ubaidillah bin Abi Yaz<u>i</u>d berkata kepadaku Ibnu Juraij : “Wahai Hasan, kakekmu ‘Ubaidillah bin Abi Yaz<u>i</u>d mengabarkan kepadaku dari Ibnu ‘Abb<u>a</u>s”. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Saya berkata : Dalam hadits ini ada dua cacat : </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">1.</span><span style="font-size:7pt;color:black;"><font face="Times New Roman">       </font></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Muhammad bin Yaz<u>i</u>d bin Hunais. Abu H<u>a</u>tim berkomentar tentangnya : <em>“Syaikhun sh<u>o</u>lihun</em> (Seorang Syaikh yang sholeh)”. Dan Ibnu Hibb<u>a</u>n menyebutkannya dalam <strong><em>Ats-Tsiq<u>o</u>t</em></strong> maka rawi seperti ini tidak dipakai berhujjah kalau bersendirian karena itu Al-H<u>a</u>fidz menyimpulkan dari <strong><em>Taqrib At-Tahdzib</em></strong> : <em>”Maqb<u>u</u>l</em> (diterima haditsnya kalau ada pendukungnya, kalau tidak ada pendukungnya ia adalah <em>layyinul hadits</em> (lembek haditsnya)”.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">2.</span><span style="font-size:7pt;color:black;"><font face="Times New Roman">       </font></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Hasan bin Muhammad bin ‘Ubaidillah. Adz-Dzahaby berkomentar tentangnya : “Berkata Al-‘Uqoily : <em>“laa yut<u>a</u>ba’u ‘alaihi</em> (Ia tidak mempunyai pendukung)” dan berkata yang lainnya : “Padanya (Hasan bin Muhammad) ada <em>Jah<u>a</u>lah</em> (tidak dikenal)”. Maka rawi ini juga tidak dipakai berhujjah kalau bersendirian. Apalagi Imam At-Tirmidzy menganggap bahwa hadits ini adalah hadits <em>ghorib</em>. Dan istilah hadits <em>ghorib </em>menurut Imam At-Tirmidzy adalah hadits lemah. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Avalon;"><font face="Times New Roman">Wallahu A’lam</font></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">.</span><strong><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Arial;"></span></strong><span style="color:black;font-family:'Comic Sans MS';">Kesimpulan :</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Tidak ada hadits yang shohih tentang doa sujud tilawah maka kalau seseorang membaca ayat dari ayat-ayat sajadah dalam sholat kemudian ia sujud maka ia membaca doa seperti yang ia baca dalam sujud sholat. Ini merupakan pendapat Imam Ahmad sebagaimana dalam <strong><em>Al-Mughny</em></strong> 2/362 dan <strong><em>Mas<u>a</u>il Imam Ahmad</em></strong> riwayat Ibnu H<u>a</u>ny 1/98. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;"> </span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Adapun kalau sujud tilawahnya di luar sholat maka tidak ada syariat membaca doa apapun. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Avalon;"><font face="Times New Roman">Wallahu A’lam</font></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummufarros.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummufarros.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummufarros.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummufarros.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummufarros.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummufarros.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummufarros.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummufarros.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummufarros.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummufarros.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummufarros.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummufarros.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=6&subd=ummufarros&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/doa-sujud-tilawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4b9d94a7052655738712101acce79a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummufarros</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bogasari Baking Center</title>
		<link>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/bogasari-baking-center/</link>
		<comments>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/bogasari-baking-center/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 03:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummufarros</dc:creator>
				<category><![CDATA[informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/bogasari-baking-center/</guid>
		<description><![CDATA[
Bogasari Baking Center
Mencetak Wirausaha Baru Secara Instan  
JAKARTA – Menjadi wirausaha tidak harus membutuhkan pengalaman dan waktu yang cukup lama. Bogasari Baking Center mampu menciptakan wirausaha secara instan. Cuma dalam tempo satu atau dua hari, siapa saja bisa menjadi pelaku usaha. Berminat? PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills telah mendirikan Bogasari Baking Center (BBC) sejak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=5&subd=ummufarros&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;">Bogasari Baking Center</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"></span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;">Mencetak Wirausaha Baru Secara Instan</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"><span> </span></span></strong><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">JAKARTA – Menjadi wirausaha tidak harus membutuhkan pengalaman dan waktu yang cukup lama. Bogasari Baking Center mampu menciptakan wirausaha secara instan. Cuma dalam tempo satu atau dua hari, siapa saja bisa menjadi pelaku usaha. Berminat?</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills telah mendirikan Bogasari Baking Center (BBC) sejak 1981. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Salah satu tujuannya adalah mencetak wira usaha baru. Kini, dari 35.000 lulusan BBC, sekitar 15 persen lahir sebagai pelaku-pelaku usaha.</span><span style="font-family:Arial;">Adalah Franciscus Welirang sebagai nakhoda perusahaan Bogasari yang mencetuskan ide BBC. Franky —sapaan sehari-harinya— dikenal sangat peduli dengan pengembangan usaha kecil. Melalui pola kemitraan, Franky ikut menumbuhkan banyak pelaku usaha yang berkaitan dengan bisnis Bogasari.</span><span style="font-family:Arial;">Tidak hanya itu, BBC yang berada berada di bawah divisi Emerging Prodices Business (EPB) juga bersifat mengedukasi dan memberikan pelayanan kepada pelanggan Bogasari. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Meski sudah ada sejak 1981, namun perkembangan BBC mulai terjadi sejak dua tahun terakhir. Hal itu terjadi seiring dengan semakin banyaknya inovasi dalam pembuatan kue atau mie, begitu juga kemauan untuk berwira usaha semakin besar. Hingga sekarang BBC tersebar di 30 lokasi seluruh Indonesia dengan masing-masing BBC “dikawal” dua instruktur. Tahun ini direncanakan akan bertambah dua BBC lagi. </span><span style="font-family:Arial;">“Dua tahun terakhir ini BBC maju pesat karena kita melakukan banyak inovasi terutama dalam bisnis bakeri,” jelas Vice Presiden Emerging Prodecis Business Division Bogasari, Alvin Alden Setiono. </span><span style="font-family:Arial;">Inovasi inilah yang ingin dilatih BBC kepada para usahawan baru, terutama kelompok usaha kecil. UKM disadari kurang memperhatikan inovasi produk.</span><span style="font-family:Arial;">“BBC tergerak memberikan inovasi yang bersifat trendy,” katanya.</span><span style="font-family:Arial;">Tak heran, bila BBC banyak mengadopsi perkembangan bakeri di luar negeri untuk diajarkan di sini. Selain itu, BBC melakukan roadshow ke daerah untuk memperkenalkan teknik terbaru membuat kue. </span><span style="font-family:Arial;">“BBC ingin menjadi national food trend setter,” kata Alvin yakin. </span><span style="font-family:Arial;">Program pelatihan BBC dibuat sedemikian rupa sehingga peserta benar-benar dapat langsung mempraktikkan. Apalagi, BBC didukung peralatan pengolahan kue modern. “Kita ingin para peserta maupun calon usawahan tidak gagap mengenai teknologi mutakhir,” katanya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Untuk menjadi trend setter, tidak tanggung Bogasari kerap mendatangkan para kuliner terbaik dunia di bidang bakeri. Dari Jerman misalnya, BBC mengundang ahli bakeri untuk cita rasa continental sedangkan dari Taiwan untuk perwakilan rasa oriental. Belum lama, BBC mengundang Master Baker dari Taiwan Zhang Hong Bin dan Li Zhi Cheng dari Li Guo Xiong Baking Shool China ke Indonesia dan mengajarkan langsung keahliannya kepada peserta BBC.</span><span style="font-family:Arial;">Lulusan BBC pun mampu menghasilkan kue dengan proses mutakhir, seperti boiled-dough, yaitu proses mengadon tepung dengan dimasak air panas sehingga kue yang dibuat lembut dan tahan lama. </span><span style="font-family:Arial;">Teknik ini hanya dikuasai oleh beberapa bakeri yang ada di Jakarta. </span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Bukan Waralaba</span><span style="font-family:Arial;">Dalam BBC, berbagai paket ditawarkan. </span><span style="font-family:Arial;">Mulai dari paket pelatihan major program basic, terdiri Bread Making Course, Cake Making Course, Pastry Making Course, dan Noodle Making Course. Selain itu ada Major Program Advance, yaitu Bread Making Course, Cake Decoration dan Bakery Management. Program berlangsung cukup singkat, paling lama 10 hari. BBC juga menawarkan Paket Umum, Paket Special, Paket Usaha dan Customize. </span><span style="font-family:Arial;">Peserta program BBC memang tidak seluruhnya yang ingin menjadi wira usaha. Sebagian besar justru ibu-ibu yang ingin lebih trampil dalam membuat kue dan baker junior. Namun, jika mencermati isi dari masing-masing program itu sebenarnya menawarkan kemandirian ekonomi bagi pesertanya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Belakangan ini, secara khusus BBC gencar menawarkan Paket Usaha. Program ini memang baru, di luncurkan sejak Oktober 2004. Kini sudah ada 50 pembeli paket usaha. “BBC tergerak menciptakan pengusaha baru yang bersifat 3 M: Murah, Mudah dan Menarik,” kata Alvin.</span><span style="font-family:Arial;">Itulah memang yang membedakan program Paket Usaha dengan paket lainnya. </span><span style="font-family:Arial;">Program ini menawarkan empat paket usaha, yaitu Crepes &amp; Coins senilai Rp 38 juta, Noodle (Mie) senilai Rp 27,5 juta, MartaBucks senilai Rp 68,5 juta dan Crispy Burger sebesar Rp 45 juta. Masing-masing paket ditawarkan dengan peralatan, sehingga pembeli paket dapat berusaha langsung setelah mengikuti pelatihan yang lamanya hanya satu atau dua hari. </span><span style="font-family:Arial;">“Biasanya kalau orang berbisnis takut dengan risiko, masalah modal. Jadi orang ngeri, takut tidak untung. Belum mencari baker, harus sekolah lagi. </span><span style="font-family:Arial;">Jadi kita menjawab masalah ini dengan meluncurkan paket usaha,” jelasnya lagi.</span><span style="font-family:Arial;">New enterpreneur creation program, itulah sebutan yang dikemukakan Alvin tentang paket ini. Caranya business first, professional latter, artinya melahirkan pelaku usaha secara instan. </span><span style="font-family:Arial;">Contohnya, paket usaha Crispy Burger, cukup dilatih satu hari langsung bisa berdagang. Paket lainnya training dua hari langsung bisa berusaha. Siapapun orangnya.</span><span style="font-family:Arial;">Alvin menekankan, Paket Usaha tidak dijalankan dengan sistem waralaba sehingga pembeli paket tidak akan dikenakan royalti fee. Harga produknya juga menjadi lebih murah. Meski bukan sistem waralaba, Bogasari menjamin masa depan pembeli usaha. Bogasari senantiasa memonitor produk. Karena itu, pembeli paket usaha akan menjadi mitra Bogasari dan wajib mencantumkan logo Bogasari Enterpreneur.</span><span style="font-family:Arial;">“Bogasari tetap mensupport dari belakang, dari segi inovasi, konsultasi dan apresiasi,” tambahnya. </span><span style="font-family:Arial;">Menjaga persaingan yang sehat antar pemilik paket usaha, Bogasari menetapkan lokasi berusaha harus di lokasi strategis, seperti mal, perkantoran, rumasah sakit, perumahan, bandara, stasiun kereta, terminal bus antar kota. Untuk satu mal, diharuskan hanya boleh satu pemilik paket usaha. Sedangkan di luar itu harus pada radius 3-4 km. Menciptakan wira usaha baru dan lapangan kerja. Misi yang secara tidak langsung kini dijalankan BBC. Apalagi, semuanya bisa dilakukan instan. </span><span style="font-family:Arial;">(SH/naomi siagian)</span><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span><span style="font-family:Arial;"><span>  </span></span><span style="font-family:Arial;"><span>   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span>   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Copyright © Sinar Harapan 2003 </span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummufarros.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummufarros.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummufarros.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummufarros.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummufarros.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummufarros.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummufarros.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummufarros.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummufarros.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummufarros.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummufarros.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummufarros.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=5&subd=ummufarros&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/bogasari-baking-center/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4b9d94a7052655738712101acce79a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummufarros</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wajibnya Taat Kepada Rasulullah</title>
		<link>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wajibnya-taat-kepada-rasulullah/</link>
		<comments>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wajibnya-taat-kepada-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 03:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummufarros</dc:creator>
				<category><![CDATA[da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wajibnya-taat-kepada-rasulullah/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Wajibnya Taat Kepada Rasulullah
Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Sunnah ditinjau dari segi bahasa bermakna thoifah (jalan) dan shiroh (perjalanan hidup). Adapun menurut istilah syari’at, sunnah adalah semua perkara yang bersumber dari Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wassalam selain dari Alqur’an Al Karim ataupun taqrir, pembenaran sikap beliau dari hal-hal yang memiliki dalil syar’i.Inilah sunnah yang dimaksudkan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=3&subd=ummufarros&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><font face="Times New Roman"> <a href="http://ummufarros.files.wordpress.com/2007/12/01.jpg" title="01.jpg"><img src="http://ummufarros.files.wordpress.com/2007/12/01.jpg" alt="01.jpg" /></a></font></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;">Wajibnya Taat Kepada Rasulullah</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"></span></strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;"></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed</span></em></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Sunnah ditinjau dari segi bahasa bermakna <em><span style="font-family:Arial;">thoifah </span></em>(jalan) dan <em><span style="font-family:Arial;">shiroh </span></em>(perjalanan hidup). Adapun menurut istilah syari’at, sunnah adalah semua perkara yang bersumber dari Nabi <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> selain dari Alqur’an Al Karim ataupun <em><span style="font-family:Arial;">taqrir</span></em>, pembenaran sikap beliau dari hal-hal yang memiliki dalil <em><span style="font-family:Arial;">syar’i</span></em>.</span><span style="font-family:Arial;">Inilah sunnah yang dimaksudkan dalam pembahasan ini bukan sunnah dalam pengertian fiqih, yaitu sesuatu yang dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak apa-apa.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Kalimat sunnah lebih luas maknanya daripada itu. Segala sesuatu yang diperintahkan, diajarkan, dan dicontohkan oleh Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> dinamakan sunnah. Dengan kata lain sunnah adalah ajaran Nabi. Jika kita ditanya apa hukumnya mengikuti ajaran Nabi, niscaya semua kaum muslimin akan menjawab wajib. Dan sebaliknya barangsiapa mengingkari ajaran Rasulullah maka ia kafir. </span><em><span style="font-family:Arial;">“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah”</span></em><span style="font-family:Arial;">(Al Hasyr:7)</span><span style="font-family:Arial;">Dengan ayat ini Allah mewajibkan kepada manusia agar mentaati perintah Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> dan menjauhi larangan-larangannya. Barangsiapa mentaati Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> maka ia mentaati perintah Allah. Barangsiapa tidak mentaatinya maka ia tidak mentaati perintah Allah. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam ayat lain: </span><span style="font-family:Arial;">“<em><span style="font-family:Arial;">Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka kami mengutusmu untuk jadi pemelihara bagi mereka </span></em>”(An-Nisa:80)</span><span style="font-family:Arial;">Ayat-ayat yang menunjukkan wajibnya taat kepada Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> sangat banyak, diantaranya</span><span style="font-family:Arial;">“<em><span style="font-family:Arial;">Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan Ulil ‘Amri di antara kalian</span></em>”(An  Nisa:59)</span><span style="font-family:Arial;">“<em><span style="font-family:Arial;">Katakanlah, ‘Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul’</span></em>”(An Nur:54)</span><span style="font-family:Arial;">“<em><span style="font-family:Arial;">Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang”</span></em>(Ali Imran:31)</span><em><span style="font-family:Arial;">“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kalian merusak (pahala) amal-amalmu”</span></em><span style="font-family:Arial;">(Muhammad:33)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><strong><span style="font-family:Arial;">Hukum bagi Para Penolak Sunnah</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial;">karena itu, barangsiapa yang menolak sunnah Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> berarti ia menolak perintah-perintah Allah di atas (baca artikel sebelumnya -pen) dan akan terkena ancaman-ancaman tersebut.</span><span style="font-family:Arial;">Para</span><span style="font-family:Arial;"> ulama menganggap para pengingkar-pengingkar sunnah sebagai orang yang kafir dan murtad, telah keluar dari ikatan keislaman. Hukum bagi mereka dalam pemerintahan Islam adalah diminta taubat selama 3 hari, jika tidak mau bertubat maka dipenggal lehernya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Perhatikanlah ucapan salah seorang ulama yaitu Imam Suyuthi:</span><span style="font-family:Arial;">&#8220;Ketahuilah semoga Allah merahmati kalian, barangsiapa mengingkari hadist-hadist Nabi <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam, </span></em>baik dalam bentuk ucapan ataupun perbuatan (dengan syarat-syarat yang sudah <em><span style="font-family:Arial;">ma’ruf</span></em>) sebagai <em><span style="font-family:Arial;">hujjah, </span></em>maka ia telah kafir, keluar dari keislaman dan digabungkan bersama Yahudi dan Nashrani atau yang Allah kehendaki dari kelompok-kelompok orang kafir&#8221; (Miftahul Jannah fil ihtijaj bis Sunnah, lihat Wujub Amal Bis Sunnah, Syaikn Bin Baz hal.28 )</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Para</span><span style="font-family:Arial;"> ulama juga telah memperingatkan kaum muslimin untuk berhati-hati dari ahlul bid’ah seperti mereka. Tidak duduk di majelis mereka, tidak bergaul dengan mereka, tidak mendengar ucapan mereka, dan tidak berjalan bersamanya. (lihat Aqidatus Salaf Ashabul Hadist-Abu Ustman As Shabuni, Syarhus Sunnah-Al Barbahari, Ushul I’tiqod Ahlus Sunnah-Al Laikali dan lain-lainnya).</span><span style="font-family:Arial;">Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> sudah mengisyaratkan akan munculnya manusia sejenis mereka dalam sabda beliau <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> ketika beliau mengharamkan beberapa perkara seperti keledai jinak, binatang bertaring dan lain-lain pada perang khaibar. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Kemudian beliau bersabda: </span><em><span style="font-family:Arial;">&#8220;Sebentar lagi akan muncul salah seorang kalian yang mendustakanku dalam keadaan bersandar ketika disampaikan kepadanya hadisku dia berkata, &#8220;Antara kami dan kalian adalah Al Quran,apa yang kita dapati di dalamnya halal kita halalkan. Dan apa yang kita dapati di dalamnya haram, kita haramkan.&#8221;. Ketahuilah sesungguhnya apa yang Rasulullah haramkan seperti apa yang Allah haramkan&#8221; </span></em><span style="font-family:Arial;">(Hadist Sahih Riwayat Hakim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih) (Lihat Wujubul Amal Bissunnah, Syaikh bin Baz hal. 14)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Dikatakan Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em> mengharamkan seperti Allah mengharamkan karena beliau adalah utusan Allah yang Allah perintahkan kepada manusia untuk menaatinya. Maka perintah Rasulullah adalah perintah Allah dan larangannya adalah larangan Allah. Rasulullah bersabda:</span><em><span style="font-family:Arial;">&#8220;Barangsiapa taat kepadaku, berarti dia taat kepada Allah, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, berarti dia bermaksiat kepada Allah&#8221;</span></em><span style="font-family:Arial;">(Hadist Riwayat Bukhory-Muslim)</span><span style="font-family:Arial;">Perlu diketahui bahwa barisan pengingkar sunnah ada berbagai macam jenisnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ada yang mengingkari secara keseluruhan dan menamakan dirinya <em><strong><span style="font-family:Arial;">Qur’aniyyun </span></strong></em>(golongan Qur’an) tapi lebih dikenal dengan <em><strong><span style="font-family:Arial;">Ingkarus Sunnah </span></strong></em>(golongan pengingkar sunnah), karena memang todak pantas disebut golongan Qur’an. Kelompok ini telah dikafirkan oleh para ulama.</span><span style="font-family:Arial;">Adapula yang mengingkarinya tidak secara keseluruhan. Mereka beranggapan bahwa hal-hal yang haram hanyalah dalam Al Qur’an. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Demikian pula hal-hal yang wajib hanya yang diperintahkan oleh Allah. Adapun jika Rasulullah melarang bukanlah haram tetapi makruh saja, dan jika Rasulullah memerintahkan sesuatu itu bukan wajib, tetapi anjuran saja. </span><span style="font-family:Arial;">pendapat seperti ini banyak beredar di kalangan masyarakat kaum muslimin. Padahal konsekwensi dari pendapat ini sangat mengerikan. Mereka akan menghalalkan binatang bertaring seperti kucing dan anjing dengan dalih karena tidak terdapat dalam Al Qur’an. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Mereka juga mengatakan bahwa sholat tidak harus seperti yang biasa kita lakukan, tapi cukup dilakukan pada pagi dan petang, sebagaimana dalam Al Qur’an, karena  rincian tata cara sholat hanya ucapan Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi wassalam </span></em>yang menurut mereka tidak wajib. Demikian pula emas dan sutra tidak haram bagi laki-laki tetapi makruh saja dan pendapat-pendapat yang menyimpang lainnya. </span><span style="font-family:Arial;">Untuk mereka ini kita ingatkan bahwasanya hukum asa perintah Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam</span></em>  adalah wajib, kecuali jika ada dalil yang menurunkannya menjadi <em><span style="font-family:Arial;">mustahab</span></em> (anjuran). </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Sebaliknya hukum asal dari larangan Rasulullah <em><span style="font-family:Arial;">Sholallahu ‘Alaihi Wassalam </span></em>adalah haram, kecuali ada dalil lain yang menurunkannya menjadi makruh. inilah kaidah <em><span style="font-family:Arial;">ushul fiqh </span></em>yang dipahami dan diikuti oleh para ulama sejak <em><span style="font-family:Arial;">salafus sholeh.</span></em></span><span style="font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-family:Arial;"> pula pengingkar sunnah yang menolak sebagian sunnah dan menerima sebagiannya. Yaitu para <em><strong><span style="font-family:Arial;">As-Shabur Ra’yi </span></strong></em>(Rasionalis) yang menolak semua hadist-hadist yang menurut mereka bertentangan dengan akal. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Kelompok ini pun tidak kalah sesatnya, ia termasuk para penerus kesesatan <strong><span style="font-family:Arial;">Mu’tazilah</span></strong> yang mendahulukan akal di atas dalil Al Qur’an dan As Sunnah. <em><span style="font-family:Arial;">Wallahu ‘Alam</span></em>.  </span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummufarros.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummufarros.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummufarros.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummufarros.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummufarros.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummufarros.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummufarros.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummufarros.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummufarros.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummufarros.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummufarros.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummufarros.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=3&subd=ummufarros&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/10/wajibnya-taat-kepada-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4b9d94a7052655738712101acce79a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummufarros</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummufarros.files.wordpress.com/2007/12/01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">01.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/08/hello-world/</link>
		<comments>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/08/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 06:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummufarros</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=1&subd=ummufarros&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummufarros.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummufarros.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummufarros.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummufarros.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummufarros.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummufarros.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummufarros.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummufarros.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummufarros.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummufarros.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummufarros.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummufarros.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummufarros.wordpress.com&blog=2283571&post=1&subd=ummufarros&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummufarros.wordpress.com/2007/12/08/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4b9d94a7052655738712101acce79a6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummufarros</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>